Bermula dari Perusahaan Kartu
Nintendo yang kita kenal selama ini sebagai perusahaan besar yang bergerak di bidang video game, mengawali bisnisnya dari bawah banget alias bisnis rumahan.
Yang mulai merintis namanya Fusajiro Yamauchi. Bisnisnya dimulai di akhir tahun 1889. Waktu itu namanya masih lengkap, Nintendo Koppai. Ngantornya di Kyoto, Jepang. Masih ada urusan dengan game, tapi baru sebatas game yang disebut Hanafuda. Kartunya masih dibuat manual alias dikerjain pake tangan.Tapi karena keren banget dengan cepat langsung memikat perhatian dan ngetop. Tingginya permintaan membuat Yamauchi mengangkat asisten yang bertugas membuat kartu tersebut secara masal.

1956
HIROSHI Yamauchi berangkat
ke Amerika. Tugasnya menjajaki kerjasama dengan perusahaan playing card yang paling berkuasa di sana. Tapi sesampai di sana Yamauchi kaget menemukan perusahaan terbesar di dunia itu dengan bisnis yang luar biasa, ternyata punya kantor kecil. Hal ini menjadi titik balik di mana Yamauchi menghadapi kenyataan terbatasnya bisnis playing card. Sebaliknya dia beruntung punya akses besar memperoleh karakter Disney yang kemudian ditempatkan di playing card miliknya untuk meningkatkan penjualan.
1963
YAMAUCHI mengganti nama "Nintendo Playing Card Company Limited" menjadi "Nintendo Company Limited". Perusahaan ini kemudian melakukan eksperimen di area bisnis lain menggunakan tambahan modal baru. Selama periode antara 1963-1968, Nintendo mulai mencoba menjajaki bisnis taksi, hotel, jaringan TV kabel, dan perusahaan makanan (yang menyediakan nasi instan, mirip mie instan). Sayang semua bisnis ini nggak ada yang berhasil, bahkan setelah Olimpiade Tokyo, penjualan playing card anjlok. Modal perusahaan Nintendo cuma tinggal 60 yen.
1974
NINTENDO mendaftarkan hak cipta distribusi video game home Magnavox Odyssey di Jepang. Tiga tahun kemudian, Nintendo mulai memproduksi sistem video game home Color TV Game. Empat dari sistem ini diproduksi dan setiap variasi permainan ada di single game (misalnya, fitur Color TV Game 6 memiliki enam versi Light Tennis). Nintendo kemudian mempekerjakan salah seorang siswa pengembang produk bernama Shigeru Miyamoto. Dia bekerja di bawah perusahaan Gunpei Yokoi dan merupakan salah satu orang pertama yang ditugaskan untuk mendesain casing beberapa sistem Color TV Game. Shigeru Miyamoto lalu menciptakan beberapa game Nintendo yang sangat terkenal. Berkat karyanya, wajahnya menjadi salah satu yang paling dikenal di industri video game
1978
NINTENDO mulai beranjak ke industri video arcade game dengan Computer Othello, dan sejumlah judul lain yang kemudian mengekornya. Berkat keberaniannya, Nintendo mulai menuai sukses kecil-kecilan di bidang ini, tapi ya tetap begitu-begitu saja sampai tahun 1981. Baru setelah dirilis Donkey Kong hasil desain Shigeru Miyamoto, keberuntungan Nintendo segera berubah secara dramatis. Sukses besar-besaran game dan begitu banyak lisensi memberi keuntungan yang sangat fantastis buat Nintendo.
1980
NINTENDO meluncurkan serial video game handheld, lewat Game & Watch, yang dikembangkan oleh Gunpei Yokoi. Game berukuran saku ini langsung menuai sukses karena jadi trend baru permainan anak-anak di seluruh dunia.
1983
NINTENDO meluncurkan Famicom (Family Computer) di Jepang dengan sejumlah judul arcade yang sangat populer. Ini sistem video game pertama yang mencoba menggunakan cartridge sebagai basis konsol video game.Sistem yang terbilang mengalami kegagalan sampai dirilisnya game Super Mario Bros, yang ter-
jual lebih dari 500.000 unit hanya dalam waktu dua bulan. Maklum, harga konsol ini terbilang murah
dibandingkan pesaing, hanya 100 dolar per unit. Tapi sayang, setelah beberapa bulan penjualan, Nintendo banyak menerima komplain bahwa sejumlah konsol Famicom nggak berfungsi ketika dicoba memainkan game lain. Ternyata setelah diteliti ada chip yang nggak berfungsi, sehingga Nintendo memutuskan untuk menarik peredaran semua unit Famicom secepatnya dari toko-toko dengan memakan biaya hingga setengah juta dolar

1985
FAMICOM telah terbukti sukses berat di Jepang. Akan tetapi, Nintendo juga menghadapi masalah dengan popularitas yang Famicom yang tiba-tiba tersebut. Mereka nggak punya sumber daya manusia di pabrik game mereka. Akhirnya, Yamauchi memutuskan untuk membagi karyanya menjadi tiga kelompok: Reserch& Development 1 (R&D1), Reserch & Development 2 (R&D2), Reserch & Development 3(R&D3). Yang pertama mengurus Gunpei Yokoi, yang ke-2 mengurus Masauki Uemura, dan ke-3 mengurus Genyo Takeda. Dengan begitu, Yamuchi berharap akan menghasilkan sejumlah kecil game-game berkualitas.
Nintendo yang pernah mencari peruntungan di Amerika, mencoba keinginannya untuk kembali merilis Famicom di sana. Karena perusahaan ini hanya punya sedikit pengalaman dengan pasar Amerika, mereka mencoba menawarkan kerjasama baru dengan mitra lamanya, Atari, untuk jalur distribusi. Tapi karena Atari pernah mengalami kegagalan di Coleco dan Donkey Kong, Atari menolak kembalinya konsol Nintendo. Masalahnya kehancuran video game bukan cuma Atari, tapi mayoritas pasar Amerika.
Nintendo tidak akan melakukan kesalahan yang sama di Amerika seperti halnya Atari. Lagi pula game juga sudah terlanjur dicap jelek. Makanya game di sana juga ikut sekarat. Jadi Nintendo memutuskan untuk menghindari persoalan yang sama. Mereka hanya akan menjual game Seal of Quality untuk Famicom, menggunakan chip yang disebut 1ONES untuk mencegah game-game bajakan bisa dimainkan Masih di tahun yang sama, Nintendo mengumumkan akan merilis Famicom ke seluruh dunia, dengan menggunakan nama yang berbeda Nintendo Enertainment System (NES) - serta desain berbeda. Mereka menggunakan taktik kuda troya dengan cara menyerang balik dengan imej baik, dan merilis NES dengan unit R.O.B. yang konek ke konsol dan sinkron ke game. Agar menghasilkan game berkualitas tinggi dengan pengembang third-party, Nintendo Amerika membatasi jumlah judul game. Konami menangani urusan cartridge untuk Famicom, yang kemudian menghindari aturan ini dengan menciptakan perusahaan sampingan, Ultra Games, untuk merilis game-game tambahan di tahun pertama. Perusahaan yang lain segera melakukan taktik yang sama. Masih di tahun yang sama Super Mario Bros. dirilis Untuk Famicom di Jepang dan langsung sukses besar. Tanggal 18 Oktober 1985, Nintendo melakukan tes pasar untuk NES di kawasan New York. Lalu Februari 1986 d Los Angeles, diikuti Chicago dan San Francisco. Pada akhir 1986, diluncurkan 15 game yang dijual terpisah. Di Amerika dan Kanada penjualan bersaing. Tahun itu juga Metroid (Jepang) dan Super Mario Bros (versi Jepang) diluncurkan.
1988
NINTENDO Amerika menerbit Nintendo Power, majalah berita dan strategy dari Nintendo untuk mempromosikan game-game baru. Edisi perdana diterbitkan Juli/Agustus, dengan spotlight game NES Super Mario Bros 2. Majalah ini masih beredar hingga hari ini dengan dua ratus lebih edisi.
1989
SETELAH sukses dengan Game & Watch, Nintendo merilis GameBoy (keduanya diciptakan oleh Gunpei Yoko) bersamaan dengan game Tetris (yang menyebarannya begitu luas dan dianggap paling bikin gamer addict sepanjang masa). Dengan harga yang relatif murah, gamenya terkenal, dan konsolnya kuat (nggak seperti Microvision keluaran Milton Bradley Company, yang gampang rusak), penjualan GameBoy betul-betul di luar dugaan Bayangkan, Super Mario Land yang juga dirilis untuk Game Boy terjual sampai 14 juta kopi di seluruh dunia. Pada tahun yang sama, Nintendo mengumumkan sekuel Famicom yang disebut Super Famicom. Ada sedikit catatan bahwa diakhir tahun 80an pengadilan menyatakan bahwa Nintendo telah melakukan monopoli di industri game, sehingga perusahaan ini dicaci maki karena nggak memberi kesempatan pada perusahaan lain menciptakan konsol. Begitu peraturan diubah selama era Super NES, maka Sega mulai melakukan serangan perang konsol melawan Nintendo lewat Sega Genesis dan Game Gear. Dan pada tahun 1996 terjadi lagi begitu Sony merilis PlayStation.
1990
NES meluncurkan Super Mario Bros 3 awal tahun 1990. Game ini terjual lebih dari 18 juta kopi. Tanggal 21 November Super Famicom dirilis di Jepang. Peluncuran konsol ini sangat sukses, karena hanya dalam waktu tiga hari sudah terjual habis. Selanjutnya, Agustus 1991 Super Famicom diluncurkan di Amerika dengan nama SNES (Super Nintendo Entertainment System). Setahun kemudian, 1992, dirilis di Eropa. SNES selangkah lebih maju dari pendahulunya, dengan harga yang lebih murah dan spesifikasi teknis yang tinggi di eranya (meskipun prosesornya lebih rendah dibandingkan Sega Genesis sebagai saingannya). Kontrol SNES juga telah diperbaiki dengan pinggiran agak bulat dan memiliki empat tombol baru. Di Jepang Super Famicom
mudah menguasai pasar game. Sementara di Amerika promosi terus dilakukan dengan gencar
untuk menghadapi Sega. Nintendo pun berhasil menguasai pasar 90-95%, mengungguli Sega Genesis yang cuma meraih 35%. Selama beberapa tahun, SNES berjaya di Amerika lewat game-game unggulan seperti Super Mario World, The Legend of Zelda: A Link to the Past, Street Fighter Il, dan serial Final Fantasy. Singkat-nya SNES jauh lebih unggul diseluruh dunia dibanding Genesis.
1992
GUNPEI Yokoi mulai merencanakan membuat konsol virtual reality baru bernama Virtual Boy. Hiroshi Yamauchi juga membeli mayoritas Seattle Mariners.
1993
NINTENDO mengumumkan rencana mengembangkan konsol baru 64-bit dengan nama sandi Project Reality yang mampu merender full lingkungan dan karakter 3D. Setahun kemudian Nintendo mengklaim Poject Reality akan berganti nama di Amerika jadi Ultra 64 yang langsung diperkenalkan lewat game Killer Instinct dan game balap Cruisin'USA. Killer Instinct kemudian juga dirilis untuk SuperNES. Tapi belakangan, Nintendo baru sadar telah salahmemilih nama untuk konsolbarunya. Soalnya nama tersebut mirip dengan nama game keluaran Konami untuk sistem terbarunya yang serba memakai kata Ultra, seperti Ultra Football, Ultra Tennis, dan sebagainya. Akhirnya pada 1995 Nintendo mengubah nama konsolnya jadi
Nintendo 64. Dan mengumumkan akan merilis pada 1996. Mereka lalu memamerkan preview sistem dan beberapa gamenya, termasuk Super Mario 64, ke media dan masyarakat umum.
1995
Pada pertengahan tahun 90an Nintendo Amerika melonggarkan kebijakan ketat soal darah dan kekerasan dalam game. Setelah Sega menciptakan tambahan CD Sega untuk mesin 16-bit, Nintendo lalu mengajak Sony bekerja sama mengembangkan drive CD-ROM untuk SuperNES Sony setuju dengan syarat semua keuntungan media CD-ROM menjadi miliknya, sehingga rencana tersebut berantakan dan Nintendo terpaksa memutuskan kontrak dan pindah ke Philips.
Nintendo lalu mengumumkan kerja sama mereka dengan Philips, dan pada saat yang sama Sony mengumumkan CD-ROM drive mereka. Lalu diam-diam Sony mulai melakukan riset dan berbalik merencanakan produk baru bernama PlayStation. Philips melakukan hal yang sama dan sayang kurang sukses dengan CD-i. Philips yang merasa diuntungkan boleh menggunakan karakter Nintendo secara eksklusif, lalu merilis ulang serial seperti Mario dan The Legend of Zelda dalam bentuk CD-i. Tapi karena kualitas CD-i jelek dan juga banyak bagian dari game yang dipotong, para fans setia game tersebut nggak begitu tertarik. Usaha Phlips untuk masuk ke pasar komputer pun rontok Nintendo kemudian merilis Virtual Boy di Jepang. Meski penjualan konsol tersebut jeblok, Nintendo masih berharap akan sukses dengan beberapa game lain yang siap dirilis di Amerika. Ternyata, hasilnya jauh lebih parah. Belakangan Nintendo baru sadar bahwa dia sudah nggak sendirian lagi. Di pasar sudah terjadi kompetisi konsol. Kompetitornya, Sega memperkenalkan konsol 32-bit, Saturn. Sementara penda tang baru Sony memperkenalkan konsol 32-bit juga, bernama Play Station. Sony pun dengan ganas melakukan kampanye pemasaran secara besar-besaran, sehingga membuat Nintendo dan Sega kocar-kacir
1996
PADA 23 Juni 1996, Nintendo 64 (N64) dirilis di Jepang dan langsung menuai sukses besar. Penjualan konsol mencapai 500 ribu unit Cuma dalam waktu satu hari. Trus, 29 September 1996, Nintendo melebarkan sayapnya dengan merilis N64 di pasar Amerika, ternyata juga sukses. Banyak yang merasa serbuan iklan Sony kali ini bisa dibilang nggak ada apa-apanya. Terbukti gamer lebih suka membeli N64 yang akhirnya membuat Sony sempat frustrasi selama beberapa bulan dengan sistem konsolnya Sony harus mengakui bahwa Sony harus mengakui bahwa perusahaan third party terus mengembangkan dan merilis begitu banyak game yang terbukti menjadi kunci sukses Sony. Kunci sukses lainnya, third party nggak terlalu mengeluarkan biaya banyak untuk mengembang dan memproduksi format CD, dibandingkan format cartridge. Tanggal 1 Desember 1999, Nintendo merilis tambahan N64 di Jepang bernama Nintendo 64DD, meskipun nggak pernah kelihatan kilaunya di Amerika. Selanjutnya Nintendo merilis Game Boy Pocket, versi lebih kecil dari Game Boy orisinal. Kira-kira seminggu setelah merilis Game Boy Pocket, Gunpei Yokoi mengundurkan diri dari posisinya di Nintendo. Gunpei Yokoi malah membantu menciptakan sistem baru sebagai saingan bernama WonderSwan, yang mengguna- kan keahliannya dalam menciptakan Game Boy. Masih di tahun yang sama, Nintendo meluncurkan Pocket Monster (yang kemudian dikenal di dunia dengan nama pendek "Pokemon") di Jepang yang ternyata juga sukses luar biasa. Franchise Pokemon (yang diciptakan oleh Satoshi Tajiri) begitu populer di Amerika, Eropa, dan tentu saja Jepang. Sekali lagi, Nintendo membuktikan kehebatannya sebagai super power industri video game.
1997
GUNPEI Yokoi -pencipta GameBoy dan serial Metroid- meninggal secara tragis dalam suatu kecelakaan mobil, pada usia 57 tahun.
1998
PADA 13 Oktober, Game Boy Color dirilis di Jepang, selanjutnya di Amerika, dan kemudian Eropa.
2001
PADA 21 Maret, Game Boy Advance dirilis di Jepang, kemudian di Amerika, 11 Juni, dan Eropa 22 Juni. Lalu di tahun ini juga Nintendo menggelontorkan lagi konsol baru bernama GameCube. Tepatnya 14 September 2001 (Jepang), 18 November 2001 (Amerika), 3 Mei 2002 (Eropa), dan 17 Mei 2002 (Australia).
2002
HIROSHI Yamauchi mengundurkan diri sebagai presiden Nintendo, digantikan oleh Satoru Iwata. Nintendo dan ilmuwan keturunan Amerika-Cina, Doktor Wei yen, wakil pendiri iQue, perusahaan yang bergerak dipabrikan dan distributor resmi konsol Nintendo dan game untuk pasar daratan Cina, dengan merek iQue. Di tahun-tahun ini, Nintendo secara agresif melakukan taktik bisnis di Eropa yang justru menjerat mereka. Komisi Eropa menetapkan bahwa Nintendo melanggar perjanjian anti kompetisi praktek bisnis banting harga seperti yang terjadi sekitar tahun 90-an. Akibatnya, perusahaan ini kena denda sebesar 149 juta euro, sebuah denda yang luar biasa besar dalam sejarah komisi.
2004
NINTENDO mengumumkan rencana merilis handheld merek baru, yang nggak ada hubungannya dengan Game Boy - dengan fitur dual screen, yang satu dengan fitur sentuhan sensitif. Nintendo DS, dirilis 21 November 2004, meraih pre-order sampai 3 juta buah. Sebagai tambahan touch-screen, DS juga bisa menciptakan grafis 3D, sama dengan nintendo 64, walaupun tidak ada hardware, filtering texture tetap menghasilkan gambar yang lebih baik dibandingkan Nintendo 64. Presiden Satoru lwata menyatukan seluruh designer software Nintendo dibawah divisi EAD Hal ini dilakukan untuk menga lokasikan lebih banyak tenaga kerja untuk Shigeru Miyamoto. Sebagaimana 2005 divisi Internal Development Nintendo mencakup 4 grup berikut:
Nintendo Entertainment
Analysis & Development Nintendo Entertainment
Analysis & Development Tokyo Nintendo Integrated Research & Development
Nintendo Software Production & Development. Nintendo Technology & Development
2005
NINTENDO mulai membuka toko retailnya untuk umum, Nintendo World Store, di Rockfeller Center New York, pada 14 Mei. Di dalamnya ada dua cerita, dan memuat banyak kios untuk game-game GameCube, GBA, dan NintendoDS. Disana juga dipajang lemari yang berisi barang-barang Nintendo di masa lalu termasuk Hanafuda Playing Card, produk pertama Nintendo. Mereka merayakan grand opening dengan mengadakan pesta di Rockfeller Plaza
2005
BULAN Mei, Nintendo memajang prototype pertama untuk konsol next-gen mereka yang dulu disebut Nintendo Revolution sekarang Wii), tapi kontrolernya masih disembunyikan sampai TGS tahun itu.
2006
NINTENDO mengumumkan versi baru dari Nintendo DS, DS Lite, pada 26 Januari, yang dirancang dengan bentuk lebih kecil dan lebih ringan ditambah dengan fiture bright-screen. DS Lite diluncurkan di Jepang pada tanggal 2 Pada 25 Mei, Reggie Fils-Aime dipromosikan menjadi presiden dan COO Nintendo Amerika inc. Kemudian Presiden Tatsumi Kimishima dipromosikan menjadi ketua lembaga dan CEO Nintendo merilis DS Lite di Amerika. Pada hari ini juga Nintendo membuka US press site resmi kepada masyarakat 11 - 17 Juni 2006
2006
PADA 23 Juni, DS Lite dirilis ci Eropa. Kemudian pada bulan Juli, Nintendo resmi mendirikan Nintendo Korea di Seoul dan menggantikan Daewon Media sebagai distributor resmi produk Nintendo di Korea Di awal Agustus, terungkap bahwa Nintendo (bersama dengan Microsoft) menjadi target gugatan perkara pelanggaran batas paten. Nintendo digugat perusahaan Anascape karena menggunakan teknologi analog pada kontroler mereka yang
melanggar hukum pematenan Perkara ini juga membawa-bawa nama Microsoft untuk alasan yang sama. Tampaknya persoalan ini akan membawa bencana pada kedua perusahaan dan memaksa mereka untuk menghentikan peredaran kontroler bermasalah tersebut Pertengahan September, pada konferensi pers di Tokyo, New York, dan London pada 13, 14, dan 15, masing-masing mengumumkan detail peluncuran Wii dan juga mendemonstrasikan fitur Wii Menu Gui. Pada waktu itu harga pasarannya dipatok US$ 249.99 dan akan dirilis 19 November. Wii terjual cepat dan memberikan terobosan besar untuk Nintendo dan melangkahi konsol sebelumnya, Nintendo GameCube. Wii dirilis di Eropa dengan harga 249 (E179.99 di UK). Sampai tanggal 7 Oktober Wii terus menerus sold out
2007
PADA 17 September, Nintendo
Amerika menutup forum NSider
secara tidak pasti karena perbaikan menyeluruh pada situs mereka. Untuk sementara waktu Nintendo mengajukan para fans
untuk membuat sendiri forum mereka. Merespon hal ini, beberapa member NSider membuat komunitas online, salah satunya disebut NSider2 yang dibuat 2 hari setelah penutupan; dan yang lain dibuat pada hari yang sama dengan hari penutupan yang melebur menjadi NSF, Keduanya memang ada untuk menempati posisi NSider. Seksi forum situs Nintendo di Eropa juga tutup seminggu kemudian karena perlu memperbaharui situs tetapi mereka sudah membut isu pengamanan sejak Juni tahun
itu. Tapi pada 19 Desember 2007, Nintendo kembali membuka forumnya lagi tetapi sekarang diskusi terbatas pada techinal
2008
MENURUT laporan Reuters, Nintendo dikabarkan memenangkan perang segitiga untuk merebut pasar perangkat video game Nintendo mengalahkan Sony dan Microsoft. Penjualan Nintendo Wii di Amerika melambung jadi 10,9 juta unit sejak diluncurkan November 2006. Mengutip riset NPD Group Inc., jumlah ini melampaui penjualan Xbox 360 yang sudah rilis sejak 2005. Dari catatan NPD, toko-toko di Amrik hingga Juni menjual 660.000 Wii, 405 000 PlayStation 3, dan 219.800 Xbox 360. Namun di seluruh dunia penjualan Wii dalam kurun waktu kurang dari dua tahun sudah mencapai 24 juta unit.
Setelah hampir selama satu dekade pasar video game dikuasa Sony PlayStation dan Xbox sebagai si penguntit, Nintendo akhirnya meraih kembali kejayaan yang pernah mereka kuasai. "Nintendo Wii bisa membuat semua orang dari segala usia ikut memainkan video game, kata Cammi Dinaway, Direktur Pemasaran Nintendo Amerika Tentu saja keberhasilan Wii ini juga melebihi pendahulunya, Nintendo GameCube yang akhirnya jeblok di pasaran.
Nintendo yang kita kenal selama ini sebagai perusahaan besar yang bergerak di bidang video game, mengawali bisnisnya dari bawah banget alias bisnis rumahan.
Yang mulai merintis namanya Fusajiro Yamauchi. Bisnisnya dimulai di akhir tahun 1889. Waktu itu namanya masih lengkap, Nintendo Koppai. Ngantornya di Kyoto, Jepang. Masih ada urusan dengan game, tapi baru sebatas game yang disebut Hanafuda. Kartunya masih dibuat manual alias dikerjain pake tangan.Tapi karena keren banget dengan cepat langsung memikat perhatian dan ngetop. Tingginya permintaan membuat Yamauchi mengangkat asisten yang bertugas membuat kartu tersebut secara masal.
Hiroshi Yamauchi

1956
HIROSHI Yamauchi berangkat
ke Amerika. Tugasnya menjajaki kerjasama dengan perusahaan playing card yang paling berkuasa di sana. Tapi sesampai di sana Yamauchi kaget menemukan perusahaan terbesar di dunia itu dengan bisnis yang luar biasa, ternyata punya kantor kecil. Hal ini menjadi titik balik di mana Yamauchi menghadapi kenyataan terbatasnya bisnis playing card. Sebaliknya dia beruntung punya akses besar memperoleh karakter Disney yang kemudian ditempatkan di playing card miliknya untuk meningkatkan penjualan.
NINTENDO PLAYING CARD

1963
YAMAUCHI mengganti nama "Nintendo Playing Card Company Limited" menjadi "Nintendo Company Limited". Perusahaan ini kemudian melakukan eksperimen di area bisnis lain menggunakan tambahan modal baru. Selama periode antara 1963-1968, Nintendo mulai mencoba menjajaki bisnis taksi, hotel, jaringan TV kabel, dan perusahaan makanan (yang menyediakan nasi instan, mirip mie instan). Sayang semua bisnis ini nggak ada yang berhasil, bahkan setelah Olimpiade Tokyo, penjualan playing card anjlok. Modal perusahaan Nintendo cuma tinggal 60 yen.
Magnavox Oddysey

1974
NINTENDO mendaftarkan hak cipta distribusi video game home Magnavox Odyssey di Jepang. Tiga tahun kemudian, Nintendo mulai memproduksi sistem video game home Color TV Game. Empat dari sistem ini diproduksi dan setiap variasi permainan ada di single game (misalnya, fitur Color TV Game 6 memiliki enam versi Light Tennis). Nintendo kemudian mempekerjakan salah seorang siswa pengembang produk bernama Shigeru Miyamoto. Dia bekerja di bawah perusahaan Gunpei Yokoi dan merupakan salah satu orang pertama yang ditugaskan untuk mendesain casing beberapa sistem Color TV Game. Shigeru Miyamoto lalu menciptakan beberapa game Nintendo yang sangat terkenal. Berkat karyanya, wajahnya menjadi salah satu yang paling dikenal di industri video game
SHIGERU MIYAMOTO

1978
NINTENDO mulai beranjak ke industri video arcade game dengan Computer Othello, dan sejumlah judul lain yang kemudian mengekornya. Berkat keberaniannya, Nintendo mulai menuai sukses kecil-kecilan di bidang ini, tapi ya tetap begitu-begitu saja sampai tahun 1981. Baru setelah dirilis Donkey Kong hasil desain Shigeru Miyamoto, keberuntungan Nintendo segera berubah secara dramatis. Sukses besar-besaran game dan begitu banyak lisensi memberi keuntungan yang sangat fantastis buat Nintendo.
Game&Watch

1980
NINTENDO meluncurkan serial video game handheld, lewat Game & Watch, yang dikembangkan oleh Gunpei Yokoi. Game berukuran saku ini langsung menuai sukses karena jadi trend baru permainan anak-anak di seluruh dunia.
Famicom

1983
NINTENDO meluncurkan Famicom (Family Computer) di Jepang dengan sejumlah judul arcade yang sangat populer. Ini sistem video game pertama yang mencoba menggunakan cartridge sebagai basis konsol video game.Sistem yang terbilang mengalami kegagalan sampai dirilisnya game Super Mario Bros, yang ter-
jual lebih dari 500.000 unit hanya dalam waktu dua bulan. Maklum, harga konsol ini terbilang murah
dibandingkan pesaing, hanya 100 dolar per unit. Tapi sayang, setelah beberapa bulan penjualan, Nintendo banyak menerima komplain bahwa sejumlah konsol Famicom nggak berfungsi ketika dicoba memainkan game lain. Ternyata setelah diteliti ada chip yang nggak berfungsi, sehingga Nintendo memutuskan untuk menarik peredaran semua unit Famicom secepatnya dari toko-toko dengan memakan biaya hingga setengah juta dolar
Chip 10NES

1985
FAMICOM telah terbukti sukses berat di Jepang. Akan tetapi, Nintendo juga menghadapi masalah dengan popularitas yang Famicom yang tiba-tiba tersebut. Mereka nggak punya sumber daya manusia di pabrik game mereka. Akhirnya, Yamauchi memutuskan untuk membagi karyanya menjadi tiga kelompok: Reserch& Development 1 (R&D1), Reserch & Development 2 (R&D2), Reserch & Development 3(R&D3). Yang pertama mengurus Gunpei Yokoi, yang ke-2 mengurus Masauki Uemura, dan ke-3 mengurus Genyo Takeda. Dengan begitu, Yamuchi berharap akan menghasilkan sejumlah kecil game-game berkualitas.
Nintendo yang pernah mencari peruntungan di Amerika, mencoba keinginannya untuk kembali merilis Famicom di sana. Karena perusahaan ini hanya punya sedikit pengalaman dengan pasar Amerika, mereka mencoba menawarkan kerjasama baru dengan mitra lamanya, Atari, untuk jalur distribusi. Tapi karena Atari pernah mengalami kegagalan di Coleco dan Donkey Kong, Atari menolak kembalinya konsol Nintendo. Masalahnya kehancuran video game bukan cuma Atari, tapi mayoritas pasar Amerika.
Nintendo tidak akan melakukan kesalahan yang sama di Amerika seperti halnya Atari. Lagi pula game juga sudah terlanjur dicap jelek. Makanya game di sana juga ikut sekarat. Jadi Nintendo memutuskan untuk menghindari persoalan yang sama. Mereka hanya akan menjual game Seal of Quality untuk Famicom, menggunakan chip yang disebut 1ONES untuk mencegah game-game bajakan bisa dimainkan Masih di tahun yang sama, Nintendo mengumumkan akan merilis Famicom ke seluruh dunia, dengan menggunakan nama yang berbeda Nintendo Enertainment System (NES) - serta desain berbeda. Mereka menggunakan taktik kuda troya dengan cara menyerang balik dengan imej baik, dan merilis NES dengan unit R.O.B. yang konek ke konsol dan sinkron ke game. Agar menghasilkan game berkualitas tinggi dengan pengembang third-party, Nintendo Amerika membatasi jumlah judul game. Konami menangani urusan cartridge untuk Famicom, yang kemudian menghindari aturan ini dengan menciptakan perusahaan sampingan, Ultra Games, untuk merilis game-game tambahan di tahun pertama. Perusahaan yang lain segera melakukan taktik yang sama. Masih di tahun yang sama Super Mario Bros. dirilis Untuk Famicom di Jepang dan langsung sukses besar. Tanggal 18 Oktober 1985, Nintendo melakukan tes pasar untuk NES di kawasan New York. Lalu Februari 1986 d Los Angeles, diikuti Chicago dan San Francisco. Pada akhir 1986, diluncurkan 15 game yang dijual terpisah. Di Amerika dan Kanada penjualan bersaing. Tahun itu juga Metroid (Jepang) dan Super Mario Bros (versi Jepang) diluncurkan.
Nintendo Power

1988
NINTENDO Amerika menerbit Nintendo Power, majalah berita dan strategy dari Nintendo untuk mempromosikan game-game baru. Edisi perdana diterbitkan Juli/Agustus, dengan spotlight game NES Super Mario Bros 2. Majalah ini masih beredar hingga hari ini dengan dua ratus lebih edisi.
GameBoy

1989
SETELAH sukses dengan Game & Watch, Nintendo merilis GameBoy (keduanya diciptakan oleh Gunpei Yoko) bersamaan dengan game Tetris (yang menyebarannya begitu luas dan dianggap paling bikin gamer addict sepanjang masa). Dengan harga yang relatif murah, gamenya terkenal, dan konsolnya kuat (nggak seperti Microvision keluaran Milton Bradley Company, yang gampang rusak), penjualan GameBoy betul-betul di luar dugaan Bayangkan, Super Mario Land yang juga dirilis untuk Game Boy terjual sampai 14 juta kopi di seluruh dunia. Pada tahun yang sama, Nintendo mengumumkan sekuel Famicom yang disebut Super Famicom. Ada sedikit catatan bahwa diakhir tahun 80an pengadilan menyatakan bahwa Nintendo telah melakukan monopoli di industri game, sehingga perusahaan ini dicaci maki karena nggak memberi kesempatan pada perusahaan lain menciptakan konsol. Begitu peraturan diubah selama era Super NES, maka Sega mulai melakukan serangan perang konsol melawan Nintendo lewat Sega Genesis dan Game Gear. Dan pada tahun 1996 terjadi lagi begitu Sony merilis PlayStation.
SNES

1990
NES meluncurkan Super Mario Bros 3 awal tahun 1990. Game ini terjual lebih dari 18 juta kopi. Tanggal 21 November Super Famicom dirilis di Jepang. Peluncuran konsol ini sangat sukses, karena hanya dalam waktu tiga hari sudah terjual habis. Selanjutnya, Agustus 1991 Super Famicom diluncurkan di Amerika dengan nama SNES (Super Nintendo Entertainment System). Setahun kemudian, 1992, dirilis di Eropa. SNES selangkah lebih maju dari pendahulunya, dengan harga yang lebih murah dan spesifikasi teknis yang tinggi di eranya (meskipun prosesornya lebih rendah dibandingkan Sega Genesis sebagai saingannya). Kontrol SNES juga telah diperbaiki dengan pinggiran agak bulat dan memiliki empat tombol baru. Di Jepang Super Famicom
mudah menguasai pasar game. Sementara di Amerika promosi terus dilakukan dengan gencar
untuk menghadapi Sega. Nintendo pun berhasil menguasai pasar 90-95%, mengungguli Sega Genesis yang cuma meraih 35%. Selama beberapa tahun, SNES berjaya di Amerika lewat game-game unggulan seperti Super Mario World, The Legend of Zelda: A Link to the Past, Street Fighter Il, dan serial Final Fantasy. Singkat-nya SNES jauh lebih unggul diseluruh dunia dibanding Genesis.
Virtual Boy

1992
GUNPEI Yokoi mulai merencanakan membuat konsol virtual reality baru bernama Virtual Boy. Hiroshi Yamauchi juga membeli mayoritas Seattle Mariners.
Ultra 64

1993
NINTENDO mengumumkan rencana mengembangkan konsol baru 64-bit dengan nama sandi Project Reality yang mampu merender full lingkungan dan karakter 3D. Setahun kemudian Nintendo mengklaim Poject Reality akan berganti nama di Amerika jadi Ultra 64 yang langsung diperkenalkan lewat game Killer Instinct dan game balap Cruisin'USA. Killer Instinct kemudian juga dirilis untuk SuperNES. Tapi belakangan, Nintendo baru sadar telah salahmemilih nama untuk konsolbarunya. Soalnya nama tersebut mirip dengan nama game keluaran Konami untuk sistem terbarunya yang serba memakai kata Ultra, seperti Ultra Football, Ultra Tennis, dan sebagainya. Akhirnya pada 1995 Nintendo mengubah nama konsolnya jadi
Nintendo 64. Dan mengumumkan akan merilis pada 1996. Mereka lalu memamerkan preview sistem dan beberapa gamenya, termasuk Super Mario 64, ke media dan masyarakat umum.
SNES Sony

CD-i SNES

1995
Pada pertengahan tahun 90an Nintendo Amerika melonggarkan kebijakan ketat soal darah dan kekerasan dalam game. Setelah Sega menciptakan tambahan CD Sega untuk mesin 16-bit, Nintendo lalu mengajak Sony bekerja sama mengembangkan drive CD-ROM untuk SuperNES Sony setuju dengan syarat semua keuntungan media CD-ROM menjadi miliknya, sehingga rencana tersebut berantakan dan Nintendo terpaksa memutuskan kontrak dan pindah ke Philips.
Nintendo lalu mengumumkan kerja sama mereka dengan Philips, dan pada saat yang sama Sony mengumumkan CD-ROM drive mereka. Lalu diam-diam Sony mulai melakukan riset dan berbalik merencanakan produk baru bernama PlayStation. Philips melakukan hal yang sama dan sayang kurang sukses dengan CD-i. Philips yang merasa diuntungkan boleh menggunakan karakter Nintendo secara eksklusif, lalu merilis ulang serial seperti Mario dan The Legend of Zelda dalam bentuk CD-i. Tapi karena kualitas CD-i jelek dan juga banyak bagian dari game yang dipotong, para fans setia game tersebut nggak begitu tertarik. Usaha Phlips untuk masuk ke pasar komputer pun rontok Nintendo kemudian merilis Virtual Boy di Jepang. Meski penjualan konsol tersebut jeblok, Nintendo masih berharap akan sukses dengan beberapa game lain yang siap dirilis di Amerika. Ternyata, hasilnya jauh lebih parah. Belakangan Nintendo baru sadar bahwa dia sudah nggak sendirian lagi. Di pasar sudah terjadi kompetisi konsol. Kompetitornya, Sega memperkenalkan konsol 32-bit, Saturn. Sementara penda tang baru Sony memperkenalkan konsol 32-bit juga, bernama Play Station. Sony pun dengan ganas melakukan kampanye pemasaran secara besar-besaran, sehingga membuat Nintendo dan Sega kocar-kacir
Nintendo 64 DD

1996
PADA 23 Juni 1996, Nintendo 64 (N64) dirilis di Jepang dan langsung menuai sukses besar. Penjualan konsol mencapai 500 ribu unit Cuma dalam waktu satu hari. Trus, 29 September 1996, Nintendo melebarkan sayapnya dengan merilis N64 di pasar Amerika, ternyata juga sukses. Banyak yang merasa serbuan iklan Sony kali ini bisa dibilang nggak ada apa-apanya. Terbukti gamer lebih suka membeli N64 yang akhirnya membuat Sony sempat frustrasi selama beberapa bulan dengan sistem konsolnya Sony harus mengakui bahwa Sony harus mengakui bahwa perusahaan third party terus mengembangkan dan merilis begitu banyak game yang terbukti menjadi kunci sukses Sony. Kunci sukses lainnya, third party nggak terlalu mengeluarkan biaya banyak untuk mengembang dan memproduksi format CD, dibandingkan format cartridge. Tanggal 1 Desember 1999, Nintendo merilis tambahan N64 di Jepang bernama Nintendo 64DD, meskipun nggak pernah kelihatan kilaunya di Amerika. Selanjutnya Nintendo merilis Game Boy Pocket, versi lebih kecil dari Game Boy orisinal. Kira-kira seminggu setelah merilis Game Boy Pocket, Gunpei Yokoi mengundurkan diri dari posisinya di Nintendo. Gunpei Yokoi malah membantu menciptakan sistem baru sebagai saingan bernama WonderSwan, yang mengguna- kan keahliannya dalam menciptakan Game Boy. Masih di tahun yang sama, Nintendo meluncurkan Pocket Monster (yang kemudian dikenal di dunia dengan nama pendek "Pokemon") di Jepang yang ternyata juga sukses luar biasa. Franchise Pokemon (yang diciptakan oleh Satoshi Tajiri) begitu populer di Amerika, Eropa, dan tentu saja Jepang. Sekali lagi, Nintendo membuktikan kehebatannya sebagai super power industri video game.
Gameboy Pocket

1997
GUNPEI Yokoi -pencipta GameBoy dan serial Metroid- meninggal secara tragis dalam suatu kecelakaan mobil, pada usia 57 tahun.
Gunpei Yokoi

Gameboy Color

1998
PADA 13 Oktober, Game Boy Color dirilis di Jepang, selanjutnya di Amerika, dan kemudian Eropa.
Gameboy Advance

Game Cube

2001
PADA 21 Maret, Game Boy Advance dirilis di Jepang, kemudian di Amerika, 11 Juni, dan Eropa 22 Juni. Lalu di tahun ini juga Nintendo menggelontorkan lagi konsol baru bernama GameCube. Tepatnya 14 September 2001 (Jepang), 18 November 2001 (Amerika), 3 Mei 2002 (Eropa), dan 17 Mei 2002 (Australia).
Satoru Iwata

2002
HIROSHI Yamauchi mengundurkan diri sebagai presiden Nintendo, digantikan oleh Satoru Iwata. Nintendo dan ilmuwan keturunan Amerika-Cina, Doktor Wei yen, wakil pendiri iQue, perusahaan yang bergerak dipabrikan dan distributor resmi konsol Nintendo dan game untuk pasar daratan Cina, dengan merek iQue. Di tahun-tahun ini, Nintendo secara agresif melakukan taktik bisnis di Eropa yang justru menjerat mereka. Komisi Eropa menetapkan bahwa Nintendo melanggar perjanjian anti kompetisi praktek bisnis banting harga seperti yang terjadi sekitar tahun 90-an. Akibatnya, perusahaan ini kena denda sebesar 149 juta euro, sebuah denda yang luar biasa besar dalam sejarah komisi.
Nintendo DS

2004
NINTENDO mengumumkan rencana merilis handheld merek baru, yang nggak ada hubungannya dengan Game Boy - dengan fitur dual screen, yang satu dengan fitur sentuhan sensitif. Nintendo DS, dirilis 21 November 2004, meraih pre-order sampai 3 juta buah. Sebagai tambahan touch-screen, DS juga bisa menciptakan grafis 3D, sama dengan nintendo 64, walaupun tidak ada hardware, filtering texture tetap menghasilkan gambar yang lebih baik dibandingkan Nintendo 64. Presiden Satoru lwata menyatukan seluruh designer software Nintendo dibawah divisi EAD Hal ini dilakukan untuk menga lokasikan lebih banyak tenaga kerja untuk Shigeru Miyamoto. Sebagaimana 2005 divisi Internal Development Nintendo mencakup 4 grup berikut:
Nintendo Entertainment
Analysis & Development Nintendo Entertainment
Analysis & Development Tokyo Nintendo Integrated Research & Development
Nintendo Software Production & Development. Nintendo Technology & Development
2005
NINTENDO mulai membuka toko retailnya untuk umum, Nintendo World Store, di Rockfeller Center New York, pada 14 Mei. Di dalamnya ada dua cerita, dan memuat banyak kios untuk game-game GameCube, GBA, dan NintendoDS. Disana juga dipajang lemari yang berisi barang-barang Nintendo di masa lalu termasuk Hanafuda Playing Card, produk pertama Nintendo. Mereka merayakan grand opening dengan mengadakan pesta di Rockfeller Plaza
Nintendo Wii

2005
BULAN Mei, Nintendo memajang prototype pertama untuk konsol next-gen mereka yang dulu disebut Nintendo Revolution sekarang Wii), tapi kontrolernya masih disembunyikan sampai TGS tahun itu.
2006
NINTENDO mengumumkan versi baru dari Nintendo DS, DS Lite, pada 26 Januari, yang dirancang dengan bentuk lebih kecil dan lebih ringan ditambah dengan fiture bright-screen. DS Lite diluncurkan di Jepang pada tanggal 2 Pada 25 Mei, Reggie Fils-Aime dipromosikan menjadi presiden dan COO Nintendo Amerika inc. Kemudian Presiden Tatsumi Kimishima dipromosikan menjadi ketua lembaga dan CEO Nintendo merilis DS Lite di Amerika. Pada hari ini juga Nintendo membuka US press site resmi kepada masyarakat 11 - 17 Juni 2006
Nintendo Ds Lite

2006
PADA 23 Juni, DS Lite dirilis ci Eropa. Kemudian pada bulan Juli, Nintendo resmi mendirikan Nintendo Korea di Seoul dan menggantikan Daewon Media sebagai distributor resmi produk Nintendo di Korea Di awal Agustus, terungkap bahwa Nintendo (bersama dengan Microsoft) menjadi target gugatan perkara pelanggaran batas paten. Nintendo digugat perusahaan Anascape karena menggunakan teknologi analog pada kontroler mereka yang
melanggar hukum pematenan Perkara ini juga membawa-bawa nama Microsoft untuk alasan yang sama. Tampaknya persoalan ini akan membawa bencana pada kedua perusahaan dan memaksa mereka untuk menghentikan peredaran kontroler bermasalah tersebut Pertengahan September, pada konferensi pers di Tokyo, New York, dan London pada 13, 14, dan 15, masing-masing mengumumkan detail peluncuran Wii dan juga mendemonstrasikan fitur Wii Menu Gui. Pada waktu itu harga pasarannya dipatok US$ 249.99 dan akan dirilis 19 November. Wii terjual cepat dan memberikan terobosan besar untuk Nintendo dan melangkahi konsol sebelumnya, Nintendo GameCube. Wii dirilis di Eropa dengan harga 249 (E179.99 di UK). Sampai tanggal 7 Oktober Wii terus menerus sold out
2007
PADA 17 September, Nintendo
Amerika menutup forum NSider
secara tidak pasti karena perbaikan menyeluruh pada situs mereka. Untuk sementara waktu Nintendo mengajukan para fans
untuk membuat sendiri forum mereka. Merespon hal ini, beberapa member NSider membuat komunitas online, salah satunya disebut NSider2 yang dibuat 2 hari setelah penutupan; dan yang lain dibuat pada hari yang sama dengan hari penutupan yang melebur menjadi NSF, Keduanya memang ada untuk menempati posisi NSider. Seksi forum situs Nintendo di Eropa juga tutup seminggu kemudian karena perlu memperbaharui situs tetapi mereka sudah membut isu pengamanan sejak Juni tahun
itu. Tapi pada 19 Desember 2007, Nintendo kembali membuka forumnya lagi tetapi sekarang diskusi terbatas pada techinal
2008
MENURUT laporan Reuters, Nintendo dikabarkan memenangkan perang segitiga untuk merebut pasar perangkat video game Nintendo mengalahkan Sony dan Microsoft. Penjualan Nintendo Wii di Amerika melambung jadi 10,9 juta unit sejak diluncurkan November 2006. Mengutip riset NPD Group Inc., jumlah ini melampaui penjualan Xbox 360 yang sudah rilis sejak 2005. Dari catatan NPD, toko-toko di Amrik hingga Juni menjual 660.000 Wii, 405 000 PlayStation 3, dan 219.800 Xbox 360. Namun di seluruh dunia penjualan Wii dalam kurun waktu kurang dari dua tahun sudah mencapai 24 juta unit.
Setelah hampir selama satu dekade pasar video game dikuasa Sony PlayStation dan Xbox sebagai si penguntit, Nintendo akhirnya meraih kembali kejayaan yang pernah mereka kuasai. "Nintendo Wii bisa membuat semua orang dari segala usia ikut memainkan video game, kata Cammi Dinaway, Direktur Pemasaran Nintendo Amerika Tentu saja keberhasilan Wii ini juga melebihi pendahulunya, Nintendo GameCube yang akhirnya jeblok di pasaran.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar Disini